3.03.2011

#Day 7 - Bayangan Gelap


Hari ini saya melihat kamu bersedih. Bayang-bayang itu menghantui kamu lagi. Wanita itu selalu berwujud momok yang menyebalkan. Dan membuat kamu jengah.

Memang sepertinya tidak ada yang salah. Mungkin kamu hanya berlebihan dalam merasai. Tetapi kemurunganmu melambaikan tangannya. Saya mengerti. Kamu hanya ingin hidup senang, kamu hanya ingin bayangan itu lenyap.

Saya ingat. Kamu sering memperhatikan klip lagu sebuah band ternama. Saya tahu yang kamu perhatikan bukan lagunya. Apa yang terjadi disana persis seperti milikmu. Entah apa alasannya. Hanya untuk sekedar memperjuangkan ketidakinginkalahankah? Atau ingin mendeklarasikan bahwa “Heyyyy! Kamu tidak akan bisa lari dari saya! Saya akan terus menghantui kamu!”

Hujan hari ini pasti tidak bisa menghibur kamu. Padahal mereka sengaja datang berbanyakan. Mereka ingin mengajak kamu bermain. Mencium wangi tanah yang baru mereka mandikan.

Saya mengerti. Kamu begini bukannya tanpa alasan. Bayangan itu dulu mengiris hatimu. Sedikit demi sedikit. Rutin. Dan perihnya merhema. Lalu bukan itu saja. Jejak irisannya pun lugas.

Ah, sudahlah! Kamu tidak terlihat manis kalau merengutkan wajahmu. Kalaupun bayangan itu berandal, kamu juga bisa memberandalinya kan? Biarkan saja dia memberikan warna gelap, toh kamu bisa menumpahkannya dengan cat warna warni. Supaya dia tahu rasa!

Saya ingin melihat binar ceria di ujung matamu!

-Jakarta, Maret 2011, V-


No comments:

Post a Comment