3.24.2011

#Day 28 - Jakarta oh Jakarta




Jakarta sudah seharusnya beristirahat. Ia terlalu letih. Semua orang memperkosanya. Tidak peduli sedikit pun dengan perasaannya. Padahal ia memberikan apa saja untuk pemerkosanya. Uang, jabatan, kekuasaan, kesenangan.

Hari ini saya menelusuri sebuah jalan di daerah Kuningan. Padatnya luar biasa. Jarak yang biasanya saya tempuh selama setengah jam, naik menjadi tiga kali lipat. Semua sudut bergerak seperti siput. Jalan alternatif pun ikut-ikutan merayap. Katanya sedang ada pembangunan jalan layang. Entah Jakarta setuju atau tidak.

Jalanan macet sudah pasti bikin kita tua di jalan. Waktu 24 jam seakan tidak mumpuni. Berat sekali rasanya. Tapi itulah bagian dari perjalanan hidup. Toh beban kita tidak seberat Jakarta. Semua orang menyakitinya.

Kalau kita ingin sedikit berempati dengan Jakarta, banyak hal yang bisa kita lakukan. Setidaknya kurangilah kepenatan kepalanya. Kasihan ia. Pasti tidak pernah terlintas di benaknya bahwa ia akan diperlakukan sedemikian pahit. Rasa iba pun tak ada.

Berhentilah menyiksanya. Ia sudah tercabik.

-Jakarta, Maret 2011, V-

No comments:

Post a Comment