5.18.2011

Day 5 - Mengingat Ibu




Pukul 18.50 tadi, seorang bayi perempuan lahir. Anak pertama dari pasangan berbahagia, yang merupakan teman saya ini, diberi nama Viela Grace Susanto. Bayi cantik, menggemaskan, dan sangat dinanti.

Proses demi proses dilewati sang ibu seharian ini. Sejak subuh dia berjuang mengatasi rasa sakit akibat kontraksi demi terbukanya jalan lahir si mungil. Pasti bukan hal yang mudah. Mempertaruhkan nyawa adalah syaratnya.

Benak saya melayang. Membayangkan 26 tahun (lebih satu hari) yang lalu, ibu saya melakukan hal yang sama : mengirimkan saya ke dunia lewat pertarungannya dengan maut. Saya yang posisinya sempat sungsang pun bisa dihantarkan dengan normal. Beliau mengeluarkan banyak sekali darah karena lilitan tali pusar saya ikut menjadi masalah kala itu. Saya belum pernah tahu rasanya, tetapi saya yakin, membayangkannya pun tidak ingin.

Ungkapan rasa syukur keluar bersama tetesan air mata saat benak saya kembali. Kini saya diizinkan memiliki rasa yang dulu pernah dilalui ibu saya. Berat. Namun menyenangkan. Salut saya untuk ibu dan semua perempuan yang juga sudah menjadi ibu. Upah kalian ada di surga!

Empat minggu lagi akan tiba giliran saya. Giliran untuk menjadi sarana lahirnya ciptaan baru Sang Khalik ke dunia. Langsung dari rahim saya. Saya berterimakasih bahwa saya akan melewati fase pertaruhan nyawa. Pengalaman di antara hidup dan mati. Semoga menyenangkan.

Sudah saatnya beristirahat. Mudah-mudahan kita semua ingat kasih sayang ibu yang sudah tercurah bersama darah, tangis, dan keringat di sepanjang hidupnya. Dan mintalah kepada Sang Khalik agar senantiasa memperhatikan ibu kita saat kita tidak bisa melakukannya.

-Jakarta, Mei 2011, V-

No comments:

Post a Comment